Kata "constructivist" berasal dari kata benda
"constructivism". Constructivism adalah aliran atau teori dalam
psikologi dan pendidikan yang mengemukakan bahwa individu membangun pengetahuan
mereka sendiri melalui interaksi dengan pengalaman dan informasi baru yang
diterima. Dalam konteks ini, "construct" (membangun) merujuk kepada
proses konstruksi atau pembangunan pengetahuan oleh individu. Jadi,
"constructivist" mengacu pada orang atau pendekatan yang terkait dengan
teori ini, yaitu orang yang meyakini atau menerapkan konsep dan prinsip
konstruktivisme dalam pembelajaran dan pemahaman pengetahuan.
Beberapa prinsip utama dari model pembelajaran konstruktivis
meliputi:
1.
Pembelajaran Aktif: Siswa
harus terlibat secara aktif dalam memahami dan memproses informasi. Ini dapat
dilakukan melalui diskusi, eksplorasi, pemecahan masalah, dan keterlibatan
dalam aktivitas yang memerlukan pemikiran kritis.
2.
Kooperasi dan Interaksi: Model
ini mendorong interaksi sosial dan kerja sama antara siswa. Melalui diskusi
kelompok, berbagi ide, dan kerja tim, siswa dapat membangun pemahaman bersama
dan memperkaya pengetahuan mereka melalui pandangan orang lain.
3.
Pemahaman yang Dalam: Fokus
pada pemahaman mendalam daripada hafalan. Siswa diminta untuk membuat hubungan
antara pengetahuan yang baru dengan yang sudah dimiliki, membantu mereka
memahami konsep secara menyeluruh.
4.
Konteks yang Berarti:
Pembelajaran harus memiliki relevansi dan makna bagi siswa. Konsep abstrak
dihubungkan dengan situasi nyata atau pengalaman siswa untuk membantu mereka
memahami dan menerapkan pengetahuan.
5.
Keterlibatan Aktif dalam
Penyelesaian Masalah: Siswa diberi tugas untuk memecahkan masalah yang kompleks,
yang mendorong mereka untuk berpikir kritis, mencari solusi, dan membangun
pemahaman baru melalui proses ini.
6.
Pendekatan Individual: Siswa
memiliki latar belakang, pengalaman, dan pemahaman yang berbeda. Pendekatan
konstruktivis mengakui keunikannya dan memungkinkan siswa untuk membangun
pengetahuan mereka sendiri berdasarkan konteks mereka.
7.
Pengajaran sebagai Fasilitasi: Peran
guru dalam model ini adalah sebagai fasilitator pembelajaran, bukan penyampai
informasi. Guru membantu siswa mengeksplorasi, merumuskan pertanyaan, dan
membangun pemahaman melalui bimbingan.
8.
Refleksi dan Penilaian: Siswa
didorong untuk merenungkan pemahaman mereka, mengidentifikasi kesulitan, dan
mengubah pemahaman mereka seiring waktu. Penilaian berfokus pada pemahaman
konsep dan kemampuan pemecahan masalah, bukan hanya hafalan.
Model pembelajaran konstruktivis
menciptakan lingkungan yang aktif, kooperatif, dan berorientasi pada pemahaman.
Ini memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis,
kemampuan memecahkan masalah, dan pemahaman yang mendalam tentang materi pembelajaran.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar